Selasa, 26 November 2013

Problematika Public Transportation

Yak mungkin udah sekian lama ga ngepost, dikarenakan kesibukan kuliah males ngepost aja sih hehe...
Mungkin orang yang membaca artikel ini berpikir:
apasih problematika public transportation? 
Kenapa dibahas sih? 
kok lo peduli sih?

Dan gue kali ini bakal ngebahas dan ngejawab semua pertanyaan itu..... terutama menyangkut public transportation yang bernama angkutan kota dan bis kota

Transportasi umum atau transportasi publik adalah seluruh alat transportasi di mana penumpang tidak bepergian menggunakan kendaraannya sendiri. Transportasi umum pada umumnya termasuk kereta, angkutan umum dan bis namun juga termasuk pelayanan maskapai penerbangan, taxi, dll


Okay, dari pengertian diatas, belom muncul problematika yang akan gue bahas saat ini. Sebenarnya semuanya simple, berawal dari orang orang dulu sering naik angkutan umum ataupun jalan kaki. Jarang orang tempo dulu menggunakan kendaraan pribadi, sehingga polusinya juga ga seberapa, ga kaya sekarang.

Nah jadi permasalahannya gue bikin jadi beberapa poin, yaitu :
- Penggunaan kendaraan pribadi menambah kemacetan
- Penggunaan kendaraan pribadi menambah polusi
- Penggunaan kendaraan pribadi menambah biaya atau cost

Mungkin untuk bagian menambah kemacetan orang udah ngerti lah, semakin banyak jumlah kendaraan yang beredar disuatu jalan, pastinya bakal bikin macet, eventhough pengaturan lampu merahnya baik dan ada polisi yang jaga...

Poin kedua juga udah jelas, setiap kendaraan pribadi bermotor menjadi sumber polusi udara yang berperan besar dalam global warming :D jadi ya.... kalo ngeluh kenapa makin hari makin panas, coba mikir sendiri sih sebenarnya itu perbuatan siapa juga :D

Nah poin ketiga.. Mungkin orang setuju dengan alasan ini apabila kendaraan pribadi yang dipakai adalah kendaraan beroda 4, alias boil, bensinnya mahal, polusi, kena macet dll... tapi orang pasti banyak yang menyangkal dengan alasan "Motor lebih murah"
Dan gue pun dengan bangga ingin mempermasalahkannya.... Why? gue punya fakta dari hitungan gue sehari hari.....
  • Ongkos gue bolak balik Soetta - Dipati Ukur : Rp 12.000 (menggunakan angkot)
Kalo sebulan 20 hari efektif berarti Rp 240.000 kalo setahun ya Rp 2.880.000 kalo 4 tahun ya Rp. 11.520.000 diasumsikan kenaikan ongkos angkot Rp 1.000 apabila ada kenaikan BBM, sehinga maximum harga pengeluaran angkot selama 4 Tahun kuliah itu Rp 12.500.000
  • Harga Motor bebek : Rp. 12.000.000
  • Bensin per hari : Rp. 6.500
Kalo sebulan 20 hari efektif berarti bensin Rp. 130.000 kalo setahun ya Rp 1.560.000 kalo 4 tahun ya Rp. 6.240.000 diasumsikan kenaikan harga bensin berpengaruh terhadap ongkos bensin sehingga maximum selama 4 tahun kuliah Rp 7.250.000

Mungkin sekilas terlihat lebih murah sekitar Rp 4.250.000 tapi sudahkah anda berpikir tentang poin poin ini:
  • Terjadi Accumulated Depreciation buat motor, alias harganya ga sama kaya dulu, bisa bisa motor harganya tinggal Rp. 7.000.000 berarti aset berkurang sebanyak Rp 5.000.000
  • Ganti oli : Rp 40.000 per 3-4 bulan, dan apabila kita hitung per 4 bulan selama 4 tahun maka terpakai Rp 480.000
  • Cuci motor, seminggu sekali, minimal menggunakan shampoo motor atau dicuci di tempat pencucian yang harganya variatif diperkirakan dalam 4 tahun sekitar Rp. 400.000
  • Kerusakan motor alias dana tak terduga, bisa turun mesin, spion pecah, aki bocor, ban kempes, ban bocor, dan sebagainya yang biasanya dalam 4 tahun bisa mencapai Rp 250.000 - Rp 1.000.000
  • Resiko ditilang polisi, sekali tilang, 50 Ribu melayang, kalo misalkan alasannya biker yang baik.... ya paling tidak dalam 4 tahun sekali - tiga kali lah ketilang ~
  • Beli peralatan berkendara, kaya Helm, Sarung tangan, Masker ~
Terlihat bahwa penggunaan Motor yg notabenenya "Murah" ternyata tidak semurah yg dilihat

Dan poin diatas biasanya tetap dibantah dengan menggunakan "yang penting kan efisien waktu"
Dan saya akan membantah dengan, menggunakan transportasi umum dapat meningkatkan kedisiplinan dan efisiensi waktu :) try it!


Semua itu ga terpikirkan, karena mindsetnya sudah salah...
Pernahkah anda berpikir apabila semua pengguna jasa transportasi umum berpindah ke kendaraan pribadi, karena memiliki pola pikir yang sama dengan anda? Berapa ratus supir angkutan umum dan bis kota kehilangan penghasilan untuk menafkahi? Berapa juta kubik akumulasi polusi yang kalian hasilkan apabila beralih ke kendaraan pribadi?


Solusinya
Solusinya adalah berjalan kaki apabila dekat, menggunakan sepeda apabila memiliki jarak yang sedang dan gunakanlah angkutan umum apabila kedua cara tersebut tidak bisa digunakan

Kenapa semua ini dibahas? Agar semuanya tahu sebenarnya bagaimanakah kesalahan pemikiran dalam berkendara dan harapan agar kedepannya semakin banyak pengguna transportasi publik
Kenapa saya peduli? Alasan saya peduli bukan karena saya pengguna transportasi publik, akan tetapi karena dialog terhadap beberapa supir angkot, beberapa artikel dan buku yang menyajikan fakta mengenai semua ini, dapat menyentuh hati saya sehingga saya membuat artikel ini..

Mohon maaf apabila artikel ini menyinggung perasaan anda, dan apabila artikel ini terdapat kesalahan dan sumber yang kurang berkenan, mohon dimaafkan atau kontak saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar